Negara-Negara yang Kurang Ramah Vegan: Menjelajahi Tantangan bagi Para Vegan Traveler

negara kurang ramah vegan

Hai, Healthy Bestie! Bagi kamu yang menjalani pola makan vegan, bepergian ke luar negeri dapat menjadi tantangan tersendiri. Beberapa negara belum sepenuhnya ramah terhadap gaya hidup vegan, sehingga vegan traveler perlu memperhatikan makanan yang tersedia saat berada di sana. Berikut ini adalah beberapa negara yang terkenal kurang ramah bagi para vegan.

Perancis

Siapa sih yang tidak tahu tentang kota dengan romantisme nomor 1 di dunia? Kalian bisa menikmati pemandangan malam sambil menikmati gemerlap lampu Menara Eiffel. Namun, ternyata kota ini dianggap kurang ramah bagi kamu yang menjalankan gaya hidup vegan.

Dalam daftar yang dirilis oleh Asher Fergusson, Prancis berada di posisi 34 dari 37 negara, menjadikannya salah satu negara yang kurang ramah untuk dikunjungi bagi seorang vegan. Bahkan, menurut laporan Imperfect Idealist, hanya sekitar lima persen dari populasi Prancis yang merupakan seorang vegan atau vegetarian.

Meskipun terkenal dengan kuliner yang lezat, Perancis belum sepenuhnya memahami kebutuhan vegan. Makanan Prancis tradisional cenderung mengandung produk hewani seperti daging, susu, dan mentega. Namun, di kota-kota besar seperti Paris dan Nice, kamu masih bisa menemukan restoran vegan yang menawarkan pilihan makanan yang lezat.

Argentina

Siapa sih yang tidak tahu tentang negara Argentina? Kemarin, mereka baru saja bertanding dengan Timnas Indonesia, dan selain pemainnya yang ganteng-ganteng, pemandangan alamnya juga cukup indah, lho.

Namun, siapa sangka kalau ternyata Argentina mendapatkan penilaian D+ yang membuatnya menjadi salah satu negara yang kurang ramah untuk dikunjungi bagi seorang vegan. Negara yang terkenal dengan daging sapi panganannya ini dapat menjadi tantangan bagi vegan traveler. Kebanyakan hidangan Argentina didominasi oleh daging, seperti asado (barbekyu) dan empanadas.

Selain itu, menurut Huffpost, di Argentina makan daging merah dianggap sebagai sesuatu yang begitu istimewa. Tentu saja, ini akan menimbulkan masalah apabila memberi tahu mereka bahwa kamu tidak mengonsumsi daging. Meski demikian, di kota-kota besar seperti Buenos Aires, terdapat juga restoran vegan yang menyajikan alternatif makanan tanpa daging.

Norwegia

Ketika kita mendengar nama negara ini, langsung terbayang pemandangan salju yang begitu indah, yang cocok banget untuk kita yang ingin healing. Namun, ternyata Norwegia berada di posisi 33, satu tingkat di atas Prancis, yang juga membuat negara ini tidak direkomendasikan untuk dikunjungi bagi seorang vegan.

Negara Skandinavia ini dikenal dengan tradisi makanan lautnya, seperti ikan salmon dan kerang. Oleh karena itu, tidak heran jika hanya tiga persen penduduk Norwegia yang menganggap diri mereka sebagai vegetarian. Vegan traveler mungkin menghadapi kesulitan dalam menemukan opsi makanan vegan di restoran tradisional Norwegia. Namun, di ibukota Oslo dan kota-kota lainnya, terdapat juga restoran vegan yang menyediakan makanan plant-based yang lezat.

Bagi vegan traveler, penting untuk melakukan riset sebelum pergi ke negara-negara ini. Mencari informasi tentang restoran vegan atau vegetarian, mempelajari istilah-istilah penting dalam bahasa setempat, dan membawa camilan atau makanan ringan vegan sebagai cadangan dapat membantu mengatasi tantangan yang mungkin dihadapi.

Sebagai alternatif yang lezat dan ramah lingkungan, kamu juga dapat membawa produk plant-based rendang, gepuk, dan dendeng dari Meatless Kingdom. Produk-produk ini memberikan rasa autentik dan kelezatan tanpa menggunakan bahan hewani. Jadikan mereka sebagai pilihan makanan praktis saat bepergian travelling.

Jadi, meskipun beberapa negara belum sepenuhnya ramah vegan, vegan traveler tetap dapat menemukan cara untuk menikmati perjalanan dengan pilihan makanan yang sehat dan lezat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *