Hari Lahan Basah Sedunia 2023

Situs Hari Lahan Basah Sedunia
Adalah situs yang memuat seluruh informasi Lahan Basah Sedunia

 

Hari Lahan Basah Sedunia diperingati setiap tanggal 2 Februari. Selain itu, ini juga merupakan
hari lahirnya konvensi tentang hari lahan basah yang diadopsi menjadi konvensi internasional
pada tahun 1971. Hari Lahan Basah Sedunia diciptakan untuk meningkatkan, menyadari dan
mengakui bahwa lahan basah memiliki peran penting. Salah satunya adalah untuk mencegah
erosi tanah dan mencegah adanya banjir. Jadi, selain menjadi ekosistem untuk hewan dan
tumbuhan, lahan basah juga berguna untuk melindungi manusia dari malapetaka alam.

 

Apa Itu Lahan Basah?

Tentu, kita perlu tahu apa itu lahan basah. Melansir dari situs resmi UN. Lahan basah
merupakan gabungan antara daerah berawa, payau, lahan gambut dan dilengkapi oleh perairan
alami maupun buatan. Sifat air tersebut bisa diam seperti danau atau mengalir seperti sungai
dengan kondisi air bisa tawar, asin atau payau.
Lahan basah juga bisa berfungsi sebagai pemurni air alami. Adanya lahan basah yang cukup
juga membuat pantai-pantai menjadi aman dari abrasi dan pemenuhan unsur karbon bagi
hewan, tumbuhan dan manusia terpenuhi.

 

Tema Hari Lahan Basah Sedunia 2023

Setiap tahunnya, Hari Lahan Basah Sedunia diperingati setiap tanggal 2 Februari. Tema yang
diusung juga tentu berbeda-beda tiap tahun sesuai dengan kondisi lahan basah atau tujuan dari
diadakannya kampanye ini pada tahun tersebut. Pada tahun 2023, tema yang diangkat adalah
“Wetland Restoration” atau “Restorasi Lahan Basah”
Tema tersebut diangkat pada tahun ini dikarenakan ada desakan atas dasar pentingnya
restorasi lahan basah pada waktu dekat. Saat ini lahan basah merupakan ekosistem untuk
dengan tingkat tertinggi untuk kerusakan, degradasi, dan kehilangan. Lahan Basah menghilang
3x lebih cepat dibandingkan dari hutan dan ini sangat berbahaya. Sejak tahun 1970, 35% total
lahan basah yang ada di dunia telah menghilang. Aktivitas manusia seperti agrikultur,
pembangunan, konstruksi, mancing liar, dan over eksploitasi sumber daya menjadi penyebab
utama

 

Sejarahnya Hari Lahan Basah Sedunia

Hari Lahan Basah Sedunia disahkan dalam perjanjian internasional dengan tujuan melindungi
lahan basah di seluruh dunia pada Konvensi Ramsar di Kota Ramsar, Iran pada tahun 1971.
Diadakannya konvensi ini adalah untuk memberikan dorongan pada kesadaran atas pentingnya

konservasi. Konvensi ini juga membahas bagaimana cara memanfaatkan lahan basah dengan
bijak dan semestinya melalui aksi nasional dan kerja sama dari berbagai sektor untuk
mewujudkan hal tersebut.

 

Fakta Menarik Hari Lahan Basah Sedunia

1. Lahan Basah Merupakan “Ginjal” Dunia

Kenapa disebut ginjal? Ini dikarenakan lahan basah memiliki peran yang sama seperti ginjal
manusia yaitu untuk menyaring sisa-sisa metabolisme. Sisa metabolisme dari dunia akan
“disaring” oleh lahan basah dan akan dibuang menuju keanekaragaman hayati yang terdapat
pada ekosistem tersebut sehingga dunia tidak akan sakit karena kebanyakan sisa “metabolisme”

 

2. Memiliki Tingkat Degradasi Tertinggi

Dibandingkan dengan hutan, tingkat degradasi ekosistem ini sangatlah tinggi, ini dikarenakan
kondisi lingkungan dan jenis biota yang terdapat pada ekosistem lahan basah sangat rentang
terhadap perubahan cuaca dan iklim.

 

3. Terdapat 40% Spesies Tumbuhan dan Hewan Hidup di Lahan Basah

Itulah mengapa kita jarang melihat spesies unik. Hal tersebut dikarenakan banyak dari mereka
yang hidup di lahan basah. Manusia merupakan penyebab utama rusaknya lahan basah selain
dari iklim. Maka, yang harus disalahkan apabila anak cucu kita tidak dapat melihat spesies
tertentu karena sudah punah adalah manusia.

Nah, itulah terkait Hari Lahan Basah Dunia 2023. Diharapkan dengan adanya himbauan ini,
kalian akan semakin peduli dengan lingkungan. Salah satu cara sederhana yang dapat kita
lakukan adalah mengurangi emisi karbon dengan cara mengganti diet kalian menjadi diet
plant-based.

Sumber: https://www.un.org/en/observances/world-wetlands-day

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *